Shalat Istikharah

Shalat istikharah adalah shalat yang dikerjakan dengan tujuan :
1. meminta kebaikan dari suatu perkara yang akan dikerjakan
2. meminta waktu yang tepat dalam mengerjakan suatu cita-cita agar mendapat kebaikan.

Hukum melakukan shalat istikharah ini adalah sunat dan sebaiknya terus dilakukan secara berulang-ulang sampai dihasilkan titik temu berupa kemantapan dalam hati dalam mengerjakan sesuatu. Para ulama biasanya melakukan shalat istikharah sampai 7 kali, jika dalam sampai batas tersebut tidak ada kemantapan dalam hati, maka ambilah keputusan dengan melakukan hal yang termudah dari menurut kita.

Mengenai waktu shalat istikharah, tidak ada batasan waktu tertentu, bisa siang ataupun malam, asal tidak dilakukan pada waktu yang terlarang. Namun sebaiknya dilakuan pada malam hari/tengah malam yang merupakan waktu ijabah do'a.

Imam Gazali dalam kitabnya Ihya jilid I menyatakan bahwa siapa yang mempunyai cita-cita dalam mengerjakan suatu hal dan tidak tahu akan akibat yang bakal terjadi atau tidak tahu baik tidaknya pekerjaan tersebut, maka Rasulullah memerintahkan kita melaksanakan shalat 2 rakaat, rakaat pertama setelah fatihah membaca surat al-Kafirun serta rakaat ke 2 setelah Fatihah membaca al-Ikhlash, lalu berdoa sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ ... خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ



“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini ....(orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku di dunia atau akhirat, sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”

Praktek atau cara shalat istikharah, tidak ada bedanya dengan shalat pada umumnya, yang berbeda hanya pada niatnya. Lafad niat shalat istikharah adalah :


اصلي سنة الاستخارة ركعتين لله تعالى


"Ushalli sunnatal istikhaarati rak'ataini lillahi ta'aala"

"Aku berniat shalat sunat istikharah, 2 rakaat, karena Allah Yang Maha Luhur"